0

Untukmu Bangsaku

Posted by wibisono.adhi10 on September 6, 2010 in Academic |

snama: Wibisono adhi

laskar 22

Dimulai dari tahun 1817 yang memaksa inggris harus menyerahkan kembali jajahan Indonesia karena diadakan traktat London I, padahal Inggris telah memberikan warna baru bagi rakyat maluku seperti membeli rempah rempah dengan harga wajar, lalu setelah belanda menjajah Indonesia Belanda melakukan kembali monopoli perdagangan, oleh karena itu rakyat maluku mengajukan protes, tetapi Belanda tidak mau menanggapi protes dari rakyat yang telah ditandatangani oleh 21 penguasa dari Saparua dan Nusa Laut. Oleh karena itu takyat Saparua dan Nusa Laut berniat melakukan penyerangan atau perlawanan terhadap belanda, yang kemudian didukung oleh rakyat Honomia, Haruku, Ambonia, Seram, dan daerah lainnya. Perlawanan pertama rakyat maluku menyerang Pos Porto dengan merampok dan membakar perahu milik belanda. Serangan dilanjutkan ke benteng Duurstade yang entebapkan presiden Van Den Berg beserta keluarga terbunuh dan benteng Duurstade dapat direbut ( 15 mei 1817). Rakyat di Hitu juga mengadakan perlawanan di bawah pimpinan Ulupaha bersama rakyat serang dan pulau pulau lainnya. Belanda sempat berkalikali ingin merebut kembali benteng Duurstade tetapi gagal. Setelah Belanda selalu gagal untuk merebut benteng Duurstade. Belanda memakai politik devide ot imperanya, yaitu politik yang memakai / memperalat memerapa raja dan tokoh masyarakat dan pada 2 Agustus 1817 benteng Duurstade dapat direbut oleh Belanda dengan merapatkan kapal perangnya di perairan maluku namun Belanda tidak dapat membunuh patimura oleh karena itu belanda mengumumkan kepada khalayak, hadiah 1000 gulden kepada orang yang bisa memberitahu imformasi tentang Patimura. Sampai ahirnya patimura dapat ditemukan di Bukit Boi, dan pada tanggal 16 Desember 1817 patimura, anthoni Rebok, Philip latumahina dan Said Printah dijatuhi hukuman gantung,di Benteng Nieuw Victoria di kota Ambon, sedangkan ulupaha dihukum tembak.

Perjuangan pangeran Patimura dan yang lainnya dalam mengusir penjajah, merupakan satu dari beribu kisah perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan. Kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya memiliki semangat yang lebih membara dan menggelora untuk mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu pengetahuan kita sudah selayaknya memiliki kewajiban untuk membangun bangsa ini, tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, tidak ada waktu untuk berleha-leha bayangkan perjuangan para pendiri bangsa ini, kita seharusnya merasa malu jika belum memberikan apa-apa sebagai kontribusi untuk bangsa ini. Perjuangan bangsa ini belum berakir pada hari merdekan Indonesia akan tetapi perjuangan bangsa ini akan terus berlanjut hingga akhir waktu. Belum banyak mesin mesin penggerak kejayaan, belum ada industri kesejahteraan untuk bangsa ini, belum ada upaya keadilan di tanah ini, belum ada ladang  kebahagian untuk rakyat kita. Masih ada waktu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, kita masih memiliki kesempatan untuk berterima kasih kepada bangsa ini. Mari munculkan Indonesia jaya, mari bangunkan raksasa tidur di dalam jiwa bangsa ini. Mari cerminkan bahwa pemuda Indonesia kuat, tunjukan bahwa kita berkompetensi tinggi. Jadikan kelahiran kita di tanah ini tidak sia-sia. Indonesiaku perjuangaku, Indonesiaku semangatku, Indonesiaku kebanggaanku, Indonesiaku kejayaanku, Indonesiaku cita-citaku, Indonesiaku kebahagianku.

Ayo maju – maju ayo maju maju!

Hidup merah putihku!

0

Ceritaku Inspirasiku

Posted by wibisono.adhi10 on September 6, 2010 in Academic |

nama: Wibisono adhi

laskar 22

Saat aku harus menuliskan kisah yang dapat menginspirasi dari pengalaman hidupku aku akan bingung luar biasa tidak tau apa yang harus aku ceritakan. Jika aku ingat-ingat sekilas mungkin ada tetapi cerita-cerita ini bukan cerita yang dapat menginspirasi banyak orang. Cerita ini bukan cerita yang wah, ataupun bukan cerita yang berkesan, cerita ini hanya pengalaman pribadiku saja tetapi semua kejadian di saat-saat ini penuh rasa. Paling tidak cerita ini dapat mengispirasi diriku. Mengajarkan aku beberapa hal dan meninggalkan pesan yang penting sekaligus membuatku tersenyum bahagia saat mengingatnya.

Berawal pada saat aku masih berseragam putih abu, suatu hari aku diminta untuk menghadap seorang guru. Pikirku penuh tanya, ada apa gerangan, apakah aku memakukan suatu kesalahan ataukah nilai ulangganku buruk rupa! Tak henti pikirku bertanya. Lalu aku penuhi saja keinginan beliau, setelah itu ternyata aku beserta dua temanku ditawari untuk mengikuti sebuah lomba debat bahasa Inggris. Aku terpaku sejenak, saat itu aku sangat tertarik aku ingin sekali mengikutinya, betapa senangnya diriku dipercaya guruku tercinta. Tak kusanggka aku dianggap berkompeten untuk memenuhi undangan sekolah ini. Tak henti diriku tersenyum. Tetapi yang kusadari adalah aku tak memiliki kapasitas yang bersar untuk mengikuti lomba semacam ini, aku taku tidak bisa. Ternyata satu minggu aku masih belum siap, semuanya kacau balau. Sama sekali tidak ada rasa percaya diri dalam diriku. Aku berlatih setiap hari akan tetapi tetap saja aku tidak memiliki bayangan sama sekali akan apa yang akan aku hadapi nanti. Yang ada hanya rasa gugup dalam hati yang selalu menyiksa diriku ini.

Sampailah aku pada hari lomba. Hari dimana aku harus mengahdapi semuanya dengan lapang dada, hari itu aku sangat merasa kecil awalnya. Satu demi satu aku memperhatikan kontestan lain yang siap luar biasa. Akhirnya saat dimana aku harus memasuki ruang lomba pun dimulai. Lawan debat pertamaku membuat hatiku lega ternyata masih ada kontestan yang lebih tidak siap daripada aku. Ini merupakan pertolongan tuhan yang patut aku syukuri. Tentunya aku melewati babak pertama tanpa kesulitan yang berarti. Setelah itu aku mendapat lawan kedua yang berasal dari sekolah yang sama denganku, oh,, betapa beruntungnya diriku karena aku tahu kontestan dari sekolah lain benar benar luar biasa dan tidak mungkin dapat aku kalahkan. Lalu setelah memenangkan pertandingan ke 2 aku memasuki babak final dengan menyingkirkan 6 sekolah lainnya. Jalanku memasuki babak final benar-benar lancar sekali. ternyata yang aku takuti hanyalah ada dalam pikiranku saja. Ternyata aku dapat melewatinya dengan cukup baik, sampai- sampai aku bingung untuk apa aku gugup selama ini. Hasilnya hari itu aku menjuarai peringkat kedua.

Aku pulang ke rumah membawa sebuah senyuman lebar dan manis, senang sekali bisa membuat Ibuku orang yang paling aku cintai tersenyum. Saat diamana Ibuku tersenyum merupaka saat-saat terbaik dalam hidupku. Ingin sekali bisa membuat “Mamah” tersenyum selamanya.

Cerita ini mengajarkanku untuk tidak takut mencoba dan berusaha. Sejak saat itu aku harus bisa terus maju dan mencoba hal-hal luar biasa yang belum pernah aku coba sebelumnya. Jangan pernah putus asa dan selalu mempersiapkan semua hal dengan baik. Tak lupa kita harus terus berdoa dan meminta. Bisa jadi kesuksesan kita merupakan sebuah jalan yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT tanpa kita sadari.

Copyright © 2010-2017 wibisono.adhi10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.